Thursday, July 2, 2020

Pertamina berharap untuk mulai menjalankan biorefinery Cilacap pada tahun 2021


Seputarberita-Raksasa minyak milik negara Pertamina mengharapkan kilang biofuel baru di Cilacap, Jawa Tengah, untuk memulai operasi tahap pertama tahun depan sebagai bagian dari dorongan biodiesel pemerintah.

Fasilitas ini akan memiliki "kapasitas kecil" 3.000 barel per hari (bph) tetapi outputnya akan "100 persen dibuat dari minyak sawit mentah," kata Ignatius Tallulembang, presiden direktur lengan kilang Pertamina, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI ), di hari Rabu.

Akhir tahun depan kita akan memiliki kapasitas 3.000 barel per hari. Kami akan meningkatkan kapasitas menjadi 6.000 barel per hari pada tahun 2022, ”katanya kepada anggota parlemen DPR di Jakarta.

Biorefinery kecil dibandingkan dengan proyek-proyek penyulingan minyak utama Pertamina, yang tingkat outputnya masing-masing lebih dari 100.000 barel per hari. Proyek-proyek semacam itu termasuk kilang lain di kompleks Cilacap tempat mitra pembangunan, Aramco Arab Saudi, baru-baru ini ditarik. Kami akan fokus pada biorefinery kami terlebih dahulu," kata Ignatius.

AGENDOMINO

Kilang Cilacap akan mendukung program biodiesel campuran kelapa sawit campuran (B30) yang sedang berjalan milik pemerintah yang dimaksudkan untuk memangkas impor minyak Indonesia, yang merupakan kontributor utama defisit perdagangan negara yang menganga.

Namun, industri minyak sawit di belakang B30 juga telah dikaitkan dengan deforestasi dan kebakaran hutan yang mengamuk yang memperingatkan lingkungan akan mengimbangi pengurangan emisi karbon dari mengurangi konsumsi minyak.

0 comments:

Post a Comment