Seputarberita-Seorang warga Fiji tewas di dalam pesawat carteran penerbangan internasional GA 8820 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia pada hari Selasa, meningkatkan kekhawatiran tentang keselamatan penumpang dan anggota kru lainnya karena krisis COVID-19 saat ini.
Penumpang meninggal setelah mengalami kesulitan bernafas di tengah-tengah penerbangan New Delhi-Batam-Merauke-Fiji, yang berangkat pada jam 9:45 malam. waktu setempat pada hari Selasa dengan 112 Fiji akan dipulangkan dari India, kata direktur utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.
Anggota kru telah membantu penumpang yang tertekan dengan memberi mereka masker oksigen, katanya.
"Sebelum penerbangan, penumpang yang dimaksud telah [memberikan sampel swab] untuk tes reaksi rantai polimerase [PCR], yang hasilnya negatif untuk COVID-19," kata Irfan.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa tubuh warga Fiji ditemukan selama persinggahan di Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, sesuai dengan protokol COVID-19 yang ada.
AGENDOMINO
Direktur Bandara Hang Nadim, Suwarso mengatakan kepada The Jakarta Post bahwa 13 awak pesawat kemudian dikeluarkan dari pesawat dan dikarantina di rumah sakit COVID-19 di Pulau Galang untuk meminimalkan risiko infeksi virus korona di antara penumpang.
Penerbangan kemudian melanjutkan perjalanannya dari Batam pada 02:54 dengan kru baru.
Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan pada hari Rabu bahwa setiap anggota awak dari penerbangan - termasuk pilot dan co-pilot - telah diuji negatif untuk COVID-19.
"Mereka masih akan dikarantina [di Pulau Galang] selama 14 hari sesuai dengan prosedur standar," kata Rudi.







0 comments:
Post a Comment