Seputarberita-Operator rumah sakit Siloam Hospitals Group telah meluncurkan tes COVID-19 terbaru yang dikenal sebagai uji serologi Elecsys Anti-SARS-CoV-2 yang dikembangkan oleh perusahaan perawatan kesehatan multinasional Swiss, Roche.
"Ada permintaan yang tinggi untuk pengujian yang lebih cepat, lebih terjangkau, dan kapasitas pengujian yang lebih besar dalam skema 'normal baru' di Indonesia," kata wakil presiden direktur grup tersebut Caroline Riady dalam sebuah briefing media online pada hari Rabu.
Tes serologi - sekarang tersedia di semua rumah sakit Siloam di Indonesia - dirancang untuk menentukan apakah seorang pasien telah terpajan COVID-19 dan apakah mereka telah mengembangkan antibodi terhadap virus.
Tes antibodi ini dianggap penting untuk lebih memahami ruang lingkup pandemi yang sebenarnya.
Caroline mengatakan setiap tes serologi biayanya Rp 199.000 (US $ 14) per orang, lebih murah daripada tes COVID-19 cepat atau tes reaksi rantai polimer (PCR).
“Baik tes serologi dan tes cepat mendeteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2. Namun, tes serologi adalah tes laboratorium yang dilakukan oleh instrumen robotik dengan hasil yang lebih akurat dan objektif, ”tambahnya. Manajer negara Roche Diagnostics Indonesia Ahmed Hassan mengklaim tes memiliki sensitivitas 100 persen tanpa hasil negatif palsu. Berdasarkan penilaian terhadap 5.272 sampel, uji serologi memiliki spesifisitas 99,81 persen dengan peluang positif palsu yang rendah.
Ia juga mengklaim dapat mendeteksi antibodi dengan sensitivitas 100 persen dalam sampel yang diambil 14 hari setelah infeksi PCR yang dikonfirmasi.
"Dibutuhkan 18 hingga 20 menit dari sampel dimasukkan ke instrumen sampai hasilnya keluar," kata Ahmed, "Kapasitasnya adalah 86 hingga 170 tes per jam tergantung pada throughput instrumen,".
AGENDOMINO
Ahmed menambahkan bahwa uji serologi Roche Elecsys baru-baru ini memenangkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Produk ini juga telah disetujui oleh Public Health England di Inggris dan telah banyak digunakan di Singapura.
Pada hari Rabu, Indonesia telah mencatat 34.316 COVID-19 kasus yang dikonfirmasi dengan 1.959 kematian, menurut perhitungan resmi pemerintah.
Negara ini telah berulang kali dikritik karena memiliki salah satu tingkat tes terendah di dunia. Hingga Rabu siang, Indonesia telah menguji 287.478 orang, yang berarti telah melakukan 1.053 tes per 1 juta orang. Sebagai perbandingan, Malaysia telah melakukan 19.120 tes per 1 juta orang, sementara Singapura telah melakukan 83.571 tes.






0 comments:
Post a Comment