Tuesday, June 2, 2020
Home »
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
Agen Kasino
,
Agen Sbobet
,
Situs Judi Bola Indonesia
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» Dokter gigi melanjutkan layanan melalui teledentistry dan dengan protokol yang lebih ketat
Dokter gigi melanjutkan layanan melalui teledentistry dan dengan protokol yang lebih ketat
Seputarberita-Dokter gigi dan klinik gigi di Indonesia berusaha untuk meminimalkan risiko tinggi yang mereka hadapi di tengah pandemi COVID-19 dengan merangkul telemedicine dan protokol kesehatan yang lebih ketat untuk terus merawat pasien dan menjaga bisnis mereka tetap bertahan.
Prosedur gigi sering menghasilkan formasi tetesan dan partikel air halus di udara yang dapat membawa virus corona baru yang menyebabkan COVID-19, yang mungkin berakhir pada pakaian, atau dihirup oleh, baik petugas kesehatan gigi dan pasien. Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia
(PDGI) telah menyarankan masyarakat untuk tidak melihat dokter gigi kecuali untuk masalah gigi darurat atau serius, seperti pendarahan mulut atau sakit gigi yang parah selama pandemi COVID-19. Pada bulan April, PDGI melaporkan bahwa enam dokter gigi telah meninggal karena COVID-19 setelah merawat pasien.
Pasien dapat memahami tingkat urgensi mereka dengan berkonsultasi dengan dokter gigi secara virtual. Tidak pernah lebih jelas bahwa organisasi gigi harus merangkul teledentistry, ”kata ketua PDGI Sri Hananto Seno kepada The Jakarta Post, Kamis. Banyak pasien, termasuk Intan Kurnia
Marka, telah memutuskan untuk menunda pergi ke dokter gigi. Intan, seorang mahasiswa kedokteran gigi berusia 24 tahun di Yogyakarta, telah melewatkan pemeriksaan kawat gigi rutin selama wabah. "Braket longgar adalah masalah umum bagi orang-orang dengan kawat gigi tetapi tidak memerlukan perawatan darurat. Saya takut transmisi COVID-19 lebih banyak," katanya.
Hananto mengatakan bahwa pasien saat ini mungkin ingin berkomunikasi dengan dokter gigi secara online, terutama jika dokter gigi mereka telah menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Hananto, misalnya, meminta pasiennya untuk mengambil beberapa gambar mulut mereka dan mengirimkannya melalui WhatsApp sehingga ia dapat menganalisis masalahnya.
"Ini adalah yang terdekat yang bisa kita dapatkan untuk menyelesaikan dilema apakah akan terus bekerja dan terus mendapatkan penghasilan atau mengurangi risiko penularan COVID-19," katanya, seraya menambahkan bahwa dalam wabah episentrum Jakarta, situasi COVID-19 telah mendorong hampir 70 persen dokter gigi berhenti berlatih dan kehilangan sumber pendapatan mereka.
Hananto mengatakan PDGI, yang memiliki 272 cabang di seluruh negeri, juga mulai berkolaborasi dengan aplikasi telemedicine seperti Klikdokter dan Halodoc sehingga dokter gigi dapat mendaftar dengan mudah






0 comments:
Post a Comment