Friday, May 29, 2020

Tulang manusia, koin dari tahun 1815 dilaporkan digali di Jawa Barat


Seputarberita-Desa Cigorowong di kabupaten Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sangat terkejut setelah seorang penduduk baru-baru ini menemukan apa yang diyakini sebagai kerangka manusia dan koin yang berasal dari tahun 1815 di sebidang tanah di belakang rumahnya.

“Pada hari Rabu sore, dua orang sedang menggali tanah di belakang rumah saya untuk memasang septic tank ketika mereka menemukan kerangka itu. Mereka segera melaporkan penemuan itu kepada saya, ”kata pemilik rumah Rafi Almuniri, Jumat.

Rafi berencana memasang septic tank pada kedalaman 5 meter. Sangat mengejutkan para penggali, cangkul mereka menabrak tengkorak pada hari kerja yang kedua, 3,5 m ke bawah. Ada tengkorak dan tulang kaki, tangan, jari, dan tulang punggung. Saya pikir itu seorang wanita, karena ada jepit rambut logam yang tidak rusak di belakang kepala, "katanya.

Mereka memperhatikan delapan potong besi yang tersangkut di kerangka. "Dua terjebak di atas tengkorak, dua di daerah perut, satu melewati dada, dan sisanya terjebak di tulang kemaluan dan di bawah tulang kaki," kata Rafi seperti dikutip Selain jepit rambut logam, barang lain ditemukan dengan kerangka itu ada empat koin tua, sebuah cermin rusak dan sebuah cincin logam di jari.

Ada beberapa koin, tetapi hanya empat yang dalam kondisi baik, sedangkan sisanya telah hancur," katanya.

Rafi tidak mengenali detail pada koin pada awalnya, tetapi setelah menempatkannya dalam asam, ia mengatakan tulisan itu menunjukkan bahwa mereka berasal dari tahun 1815, menunjukkan bahwa koin dan kerangka telah dikubur selama sekitar 200 tahun.

Kerangka itu telah dipindahkan ke pemakaman umum Cileungsi, sementara besi dan koin dikumpulkan oleh komando militer kecamatan (Koramil).

Sementara itu, Kapolres Cileungsi Kombes. Endang Kusnandar mengatakan mereka belum mengkonfirmasi temuan. "Kami sedang bekerja dengan seorang arkeolog untuk mempelajari kerangka itu dan menentukan apakah itu milik manusia atau bukan," katanya.

0 comments:

Post a Comment