Friday, May 15, 2020
Home »
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
Agen Kasino
,
Agen Sbobet
,
Situs Judi Bola Indonesia
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» House mendesak pemerintah untuk mengevaluasi relaksasi perjalanan saat kerumunan orang berdesakan di bandara
House mendesak pemerintah untuk mengevaluasi relaksasi perjalanan saat kerumunan orang berdesakan di bandara
Seputarberita-Beberapa anggota DPR telah meminta pemerintah untuk mengevaluasi kembali kebijakan relaksasi perjalanannya setelah foto-foto di Tangerang, Banten, menjadi viral pada hari Kamis.
Nurhayati Monoarfa, wakil ketua Komisi V DPR yang mengawasi transportasi, mengatakan Kementerian Perhubungan harus mengembangkan indikator kinerja untuk menilai kebijakan tersebut.
Saya menyarankan pemerintah mengevaluasi kebijakan dengan mempertimbangkan kesiapan para pejabat di lapangan. Kementerian Perhubungan juga harus menyusun indikator kinerja kebijakan," katanya dalam pernyataan tertulis pada Jumat, Nurhayati mengatakan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan COVID-19 harus dilakukan. selalu diterapkan selama kebijakan perjalanan-relaksasi.
Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mengekang penyebaran COVID-19 sambil meningkatkan ekonomi kita pada saat yang bersamaan," katanya. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo juga mengeluarkan permintaan serupa pada hari Jumat.
Saya meminta Kementerian Perhubungan untuk memperbaiki manajemennya dan mengevaluasi kebijakan relaksasi sehingga implementasinya masih sejalan dengan langkah-langkah pencegahan COVID-19. Pemantauan intensif di daerah-daerah di mana kebijakan itu diterapkan juga diperlukan," kata Bambang.
Dia mengatakan pemerintah harus memastikan keselamatan publik selama relaksasi perjalanan.
Pemerintah juga harus secara aktif menginformasikan kepada publik tentang kebijakan itu sehingga mereka dapat memahaminya dengan benar," katanya.Agenpoker
Untuk mencegah orang dari melakukan mudik Idul Fitri (eksodus) dan untuk mengekang transmisi COVID-19, Kementerian Perhubungan memutuskan untuk menangguhkan penerbangan antarkota untuk penumpang dari 24 April hingga 1 Juni.
Namun, gugus tugas COVID-19 nasional melonggarkan pembatasan pada 6 Mei, yang memungkinkan pejabat negara, sektor swasta, dan karyawan badan usaha milik negara (BUMN) yang menyediakan layanan penting, warga negara Indonesia yang dipulangkan, individu yang membutuhkan perawatan medis darurat dan keluarga yang berkabung. anggota untuk melakukan perjalanan antar kota.
Mengikuti peraturan, maskapai mengumumkan bahwa mereka akan secara bertahap melanjutkan layanan penerbangan domestik dengan protokol kesehatan yang lebih ketat, seperti memerlukan pemeriksaan medis pra-penerbangan dan surat yang menjelaskan alasan perjalanan dari lembaga terkait. Operator komunikasi PT Angkasa Pura (AP) II manajer komunikasi Febri Toga Simatupang mengatakan pemeriksaan dokumen dan penerbangan pagi yang sibuk telah menyebabkan antrian panjang di Soekarno-Hatta pada Kamis pagi.
"Kerumunan penumpang disebabkan oleh masuknya penumpang yang datang untuk penerbangan pagi di mana 13 keberangkatan dijadwalkan antara 6 pagi dan 8 pagi. Pejabat bandara kewalahan oleh sejumlah besar penumpang yang ingin mendapatkan dokumen penerbangan mereka diperiksa," katanya.







0 comments:
Post a Comment