Sunday, May 17, 2020

Aceh dalam keadaan siaga untuk perahu-perahu pengungsi Rohingya yang terlihat di Laut Andaman


Seputarberita-Pasukan keamanan dan nelayan di Aceh bersiap-siap untuk dua kapal cepat yang membawa pengungsi Rohingya terlihat di Laut Andaman dan tampaknya menuju Malaysia.

Kepala unit kepolisian air dan udara (Ditpolairud) Polda Aceh, Kombes. Jemmy Rosdiantoro, mengatakan ia telah diberitahu tentang kapal-kapal oleh Kantor Menteri Urusan Politik, Hukum dan Keamanan, dan telah menginstruksikan personelnya untuk berjaga-jaga atas kemungkinan kapal-kapal itu akan memasuki perairan Aceh.

Dari patroli udara yang telah kami lakukan, kami belum menemukan kapal yang membawa imigran Rohingya," katanya pada hari Jumat seperti dikutip oleh kompas.com. "Kami akan melanjutkan patroli udara untuk beberapa hari ke depan."

Nelayan di daerah tersebut juga telah diberitahu untuk waspada dan berkoordinasi dengan pasukan keamanan jika mereka melihat kapal yang membawa pengungsi.Agenpoker

Masih belum ada informasi mengenai lokasi terbaru mereka," Miftah Cut, sekretaris jenderal komunitas nelayan tradisional Panglima Laot, mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Sabtu.

Dia mengatakan bahwa Panglima Laot akan menyediakan kebutuhan bagi para pengungsi jika mereka menemukan perahu Rohingya di perairan Indonesia. Nelayan Aceh sebelumnya telah menyelamatkan pengungsi Rohingya yang terlantar pada tahun 2015.

Kami sebenarnya tidak pernah bermaksud membawa mereka ke darat. Tetapi mereka mulai berenang di laut, jadi kami menyelamatkan mereka, ”kata Miftah.

Pada tahun 2018, lima orang Rohingya yang terdampar di laut selama hampir tiga minggu diselamatkan oleh nelayan Indonesia, tetapi beberapa orang lainnya meninggal selama cobaan itu.

Rima Shah Putra, direktur Geutanyoe Foundation, sebuah organisasi bantuan pengungsi lokal, mendesak semua pemangku kepentingan untuk melindungi hak-hak pengungsi, terutama selama pandemi COVID-19.

Masih belum jelas apakah para pengungsi akan mendarat di Aceh atau Malaysia. Namun, pemerintah seharusnya tidak menggunakan ketakutan tentang pandemi COVID-19 untuk memecat para pencari suaka, ”kata Rima.

Amnesty International Indonesia dan Risalah Jakarta Forum juga meminta pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan para pengungsi.

Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak menolak atau mendorong kembali kapal yang mengangkut ratusan orang yang mencari keselamatan," kata direktur eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

“Adalah penting bagi otoritas di negara ini untuk mengizinkan semua kapal yang mengangkut pengungsi dengan aman turun untuk menghindari krisis kemanusiaan. Kami menghargai kepemimpinan Indonesia di masa lalu di mana pihak berwenang mengizinkan orang Rohingya mendarat pada Mei 2015. Upaya semacam ini harus dilanjutkan, ”tambahnya.

0 comments:

Post a Comment