Thursday, May 28, 2020
Home »
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
Agen Kasino
,
Agen Sbobet
,
Situs Judi Bola Indonesia
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» Kementerian mengusulkan stimulus $ 69juta untuk perikanan, akuakultur
Kementerian mengusulkan stimulus $ 69juta untuk perikanan, akuakultur
Seputarberita-Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengusulkan paket stimulus Rp 1,02 triliun (US $ 69 juta) untuk membantu para petani skala kecil dan petani budidaya yang terkena dampak pandemi COVID-19.
Menteri Edhy Prabowo mengatakan, stimulus itu akan mencakup bantuan sosial bagi nelayan, pembudidaya ikan dan petani garam serta dana untuk memperkuat upaya pengawasan terhadap perburuan liar.
“Kami akan mengoptimalkan anggaran untuk membantu memungkinkan para nelayan pergi mencari ikan sambil juga menyediakan benih, benih, dan infrastruktur bagi para petani,” kata menteri itu dalam konferensi pers online setelah menghadiri pertemuan kabinet terbatas dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada hari Kamis .
Paket stimulus, yang diusulkan selama pertemuan, akan menyediakan dana sebesar Rp 413,27 miliar untuk nelayan dan Rp 406,55 miliar untuk membantu petani budidaya.
Termasuk juga Rp 36,07 miliar untuk pengolah ikan dan pemasar ikan, Rp 54,1 miliar untuk petani garam, Rp 106,48 miliar untuk memperkuat pengawasan perburuan gelap dan Rp 8 miliar untuk audit internal.
"Kami juga ingin memiliki lebih banyak fasilitas penyimpanan dingin untuk mengantisipasi kemungkinan permintaan yang lambat karena beberapa daerah masih menerapkan pembatasan sosial skala besar [PSBB]," kata menteri.
Pemerintah telah bekerja untuk memastikan pasokan makanan pokok yang aman di seluruh negeri di tengah gangguan produksi dan logistik akibat pandemi. Data pemerintah yang disajikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 28 April menunjukkan bahwa lebih dari 20 provinsi menghadapi kekurangan makanan pokok, seperti bawang putih, gula, cabai dan telur.
Jokowi, ketika membuka pertemuan pada hari Kamis, menekankan persyaratan untuk memberikan insentif bagi petani dan nelayan untuk memastikan ketahanan pangan negara.
Data Statistik Indonesia (BPS) menunjukkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi 12,84 persen dari produk domestik bruto negara (PDB) di kuartal pertama, kontributor ketiga terbesar setelah industri manufaktur dan perdagangan.
Edhy juga mengatakan perusahaan perikanan milik negara PT Perikanan Nusantara (Perinus) dan PT Perikanan Indonesia (Perindo) sedang menyiapkan proposal untuk sekitar Rp 500 miliar masing-masing dalam suntikan modal negara (PMN). Kedua perusahaan ditugaskan untuk membeli produk perikanan dan akuakultur untuk meningkatkan permintaan.
Selain itu, menteri juga mendesak bank-bank milik negara dan lembaga keuangan untuk memberikan pinjaman kepada petani akuakultur.
Pemerintah telah mengalokasikan Rp 34 triliun dalam subsidi bunga pinjaman dan relaksasi pembayaran pinjaman untuk petani dan nelayan melalui program kredit mikro (KUR) dan program pemerintah UMi dan Mekaar, antara lain.






0 comments:
Post a Comment