Thursday, May 21, 2020

COVID-19: Penduduk desa melepaskan 'kuncian' tradisional untuk PSBB di Sumatera Selatan


Seputarberita-Bagi penduduk desa Jermun di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Palembang, Sumatra Selatan, pembatasan fisik yang diberlakukan setelah wabah COVID-19 bukanlah hal baru.

Jauh sebelum coronavirus muncul, penduduk desa ini mengandalkan bentuk pengurungan ritualistik yang disebut bekunci untuk melindungi mereka dari penyakit menular.

Bekunci adalah bagian dari upacara tradisional yang disebut sedekah obat untuk mencegah penyebaran wabah," kata juru bicara Ogan Komering Ilir, Adi Yanto, Rabu. Berarti persembahan obat", ia mengatakan bahwa upacara sedekah obat diadakan selama empat hari.Agenpoker

Malam pertama melibatkan tolak bala," ritual untuk "mengusir ancaman", jelas Adi. "Semua penduduk desa berkumpul di sebuah lapangan terbuka. Kemudian, sekelompok pemuda menempatkan balok kayu gaharu di sekitar mereka. Mereka dilarang meninggalkan lingkaran sampai ritual selesai. Seorang pemimpin adat dan para pemuda kemudian menaburkan setiap penduduk desa dengan air. yang telah dicampur dengan daun pepaya.

Pada hari kedua, semua penduduk desa dilarang bekerja di pertanian atau sawah mereka. Mereka juga dilarang menggunakan benda tajam.

Pada hari ketiga, penduduk desa tidak boleh melakukan kegiatan fisik yang berat. Mereka percaya bahwa jika mereka melanggar salah satu aturan, nasib buruk akan menimpa mereka," kata Adi.


Pada tiga hari pertama, putra atau kepala setiap keluarga harus membakar sabut kelapa untuk menangkal bahaya. Mereka juga harus meletakkan bambu kuning di atapnya untuk melambangkan keberanian dan kemakmuran. Jumlah batang bambu mewakili jumlah sedekah obat yang diikuti oleh keluarga.

Tidak ada warga desa yang berani keluar malam hari selama tiga hari, kata Adi. Pada hari keempat dan terakhir, penduduk desa dibebaskan dari lingkaran kayu dan mengadakan perayaan. Mereka membuat kue tradisional seperti kolak dawet, gulo puan, lemang dan sagon dan berpesta di ladang.

0 comments:

Post a Comment