Friday, May 22, 2020

COVID-19: Bupati Ogan Ilir memecat 109 pekerja medis karena mogok kerja


Seputarberita-Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam telah memecat 109 pekerja medis di Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir (RSUD) di Sumatra Selatan karena menyerang keselamatan dan kesejahteraan.

Pekerja medis dilaporkan tidak memiliki alat pelindung diri (APD), dibayar dengan upah rendah yaitu Rp750.000 (US $ 50,24) per bulan tanpa insentif dan tidak diberi tempat tinggal setelah merawat pasien COVID-19.Agenpoker

Ilyas mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintah akan segera merekrut pengganti mereka. Tidak perlu pergi bekerja lagi. Kami mencari pengganti. Ke-109 itu telah diberhentikan secara tidak hormat tanpa mengganggu kegiatan rumah sakit," kata Ilyas seperti dikutip Ilyas berpendapat pemogokan itu tidak berdasar karena pemerintah telah memenuhi sebagian besar tuntutan mereka.

Insentifnya tersedia. Kami telah menyediakan tempat berlindung, yang terdiri dari 34 kamar ber-AC dengan kasur. Kami telah menyediakan ribuan item APD di Rumah Sakit Regional Ogan Ilir. Periksa sendiri," kata Ilyas.

Dari 109 tenaga medis, 14 adalah dokter spesialis, delapan dokter umum, 33 perawat pegawai negeri sipil dan 11 staf kehormatan.

Dia berasumsi bahwa tenaga medis takut untuk mengobati pasien COVID-19 dan telah mogok selama lima hari. Kami sudah menyediakan tuntutan mereka. Mereka belum mulai bekerja. Yah, mereka mungkin juga tidak bekerja sama sekali," katanya

0 comments:

Post a Comment